Kemahasiswaan dan Alumni

KEMAHASISWAAN DAN ALUMNI


Pola Pengembangan Peserta Didik


Sesuai dengan UU Nomor: 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, PP Nomor: 60 Tahun 1999 Tentang Pendidikan Tinggi dan Surat Keputusan Mendikbud Nomor: 155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan  “Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar pada perguruan tinggi tertentu.”


Dalam pelaksanaan tugas pengembangan kemahasiswaan sehari-hari di perguruan tinggi, ruang lingkup tugas pembimbingan kemahasiswaaan dibatasi pada peserta didik S1. Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan tinggi, cakupan tugas pembinaan dan pengembangan bidang kemahasiswaan meliputi dua kegiatan pokok yakni kurikuler dan ekstra kurikuler.


Berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tanggung jawab esensi peserta didik diarahkan untuk mengembangkan kepribadian yang sehat dan tangguh, bertaqwa, berkemampuan berpikir analitis dan kritis, berilmu tinggi, berketerampilan, bermoral dan berbudi pekerti luhur. Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, maka arah dan tujuan pembinaan peserta didik dikembangkan berdasarkan pola pengembangan dan Pembinaan Kemahasiswaan (POLBANGMAWA).

Pembinaan dan pengembangan kemahasiswaan Fakultas Hukum diarahkan untuk mencapai sasaran terbentuknya tenaga akademik dan profesional yang cendekiawan, mumpuni dan berkepribadian Indonesia. Untuk mencapai sasaran tersebut, maka pembinaan dan pengembangan kemahasiswaan yang diselenggarakan di Fakultas Hukum didasarkan pada konsep terpadu yang dinamis dan sejalan dengan usaha dan kebijakan pembangunan regional maupun nasional dalam rangka ketahanan nasional yang berorientasi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masa depan.


Bidang-bidang kegiatan dalam pembinaan dan pengembangan peserta didik Fakultas Hukum sebagai mahluk sosial yang mencakup segi-segi sosial, budaya, ekonomi, ideology dan ketahanan nasional, kepemimpinan serta kesejahteraan yang dikelompokkan ke dalam 4 bidang yaitu:


Penalaran Peserta Didik.

Merupakan kegiatan yang mencakup pembinaan dan pengembangan sikap ilmiah dan sikap keahlian. Sikap ilmiah dimaksudkan untuk membentuk tenaga ahli akademik dan profesional yang cendekiawan dan mampu melakukan analisis yang tajam, jujur, terbuka cermat, tekun, disiplin, objektif, bebas dan bertanggung jawab.


Minat, Bakat dan Kegemaran.

Minat bakat dan kegemaran adalah kegiatan yang mencakup pembinaan dan pengembangan minat (interest) bakat (talent) dan kegemaran (hobby) guna meningkatkan semangat, kreativitas dan idealisme guna mendukung upaya peningkatan kemampuan penalaran dan profesionalisme peserta didik (intellectual quality) dalam mencapai tujuan pendidikan tinggi.

Jenis-jenis kegiatan tersebut meliputi olah raga, seni, budaya pelestarian lingkungan hidup, kepramukaan, bela negara dan penerbitan kampus.


Kesejahteraan Peserta Didik

Bidang kesejahteraan adalah kegiatan yang mencakup pembinaan dan pengembangan jiwa, kepribadian, keagamaan dan ‘Welfare’ peserta didik berupa pelayanan, rangsangan, penyediaan fasilitas guna mendukung upaya peningkatan semangat kemampuan penghayatan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Jenis-jenis kegiatan ini meliputi ; kerohanian, bimbingan konseling, poliklinik, bea siswa, koperasi peserta didik dan lain-lain.


Untuk membantu meningkatkan kesejahteraan bagi peserta didik yang kurang mampu ekonominya, namun mempunyai prestasi akademik yang tinggi. Univeritas Pasundan memberikan fasilitas bea siswa yang antara lain bersumber dari :

  • Supersemar
  • Jarum
  • Bank Jabar
  • Gudang Garam
  • Pertamina
  • Bank Syariah Mandiri
  • Pendidikan dari Diknas


Pengabdian Kepada Masyarakat.

Bidang pengabdian kepada masyarakat merupakan yang mencakup pembinaan dan pengembangan peserta didik melalui proses pengenalan, penghayatan dan latihan untuk merumuskan masalah-masalah sosial kemasyarakatan serta upaya pemenuhannya sesuai dengan tujuan IPTEK.


Organisasi Kemahasiswaan

Seiring dengan tingkat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan reformasi, pengorganisasian perguruan tinggi di Universitas Pasundan telah dibentuk lembaga kemahasiswaan yang mengacu pada Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 155/U/1998 tentang Pedomam Umum Organisasi Kemahasiswaan.


Asas pembentukan Organisasi Kemahasiswaan di Universitas Pasundan adalah “ dari, untuk dan oleh mahasiswa.”  Pembentukan kelembagaan peserta didik tingkat Universitas ditentukan oleh Kongres peserta didik yang anggotanya merupakan perwakilan kelembagaan peserta didik di tingkat Fakultas. Melalui Pemilu Raya peserta didik Universitas Pasundan telah membentuk Senat Mahasiswa Universitas Pasundan sebagai lembaga legislatif dan Badan Eksekutif Mahasiswa Univeritas Pasundan sebagai lembaga Eksekutif.


Di Fakultas Hukum terdapat Badan Perlengkapan Lembaga Kemahasiswaan yang meliputi :

  • Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM Fakultas Hukum);
  • Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM Fakultas Hukum).

BPM Mahasiswa Fakultas Hukum berfungsi sebagai Badan yang mewakili peserta didik serta menampung dan menyalurkan aspirasi peserta didik pada tingkat fakultas. Sedangkan BEM Fakultas Hukum berfungsi sebagai Badan yang menyelengggarakan seluruh kegiatan kemahasiswaan yang mencakup : (1) Bidang Penalaran, (2) Bidang Minat dan Bakat, (3) Bidang Kesejahteraan Masyarakat.


Lembaga kemahasiswaan tersebut bertugas menampung dan menyalurkan aspirasi peserta didik melalui saluran-saluran yang legal dan penyelesaiannya diupayakan menurut ketentuan yang berlaku.


Keberadaan Lembaga Kemahasiswaan di tingkat Fakultas ini berada di bawah koordinasi Wakil Dekan III.

 

Google Translate