Clinical Legal Education

Clinical Legal Education (CLE)


Sekilas CLE

A Glimpse of CLE

CLE, akronim dari Clinical Legal Education, adalah program peningkatan kapasitas pengetahuan peserta didik yang telah populer di universitas-universitas di Amerika, Afrika, Eropa, Australia, Canada, Filipina, Malaysia, Kamboja dan masih banyak negara lainnya dengan berbagai varian penerapannya.


CLE, an acronym of Clinical Legal Education, a program to improve and upgrade students capacity popular inUnited States, Africa, Europe, Australia, Canada, Philippine, Malaysia, Cambodia, and other countries with various applications.


Apa yang dimaksud dengan Clinical Legal Education ?

Philip Plowden mengasumsikan clinical legal education sebagai teaching law through exposure to real clients and their problems dan bahkan menurutnya, clinical legal education, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari fakultas hukum dan wajib untuk dikembangkan dalam kurikulum pengajaran. Dengan demikian clinical legal education adalah sarana terpenting untuk membiasakan peserta didik dalam atmosfir pelaksanaan sistem hukum di Indonesia.


What is Clinical Legal Education?

Philip Plowden assumed clinical legal education as teaching law through exposure to real clients and their problems and he even suggested that clinical legal education is inseparable part from law school and must be developed in the curricula. Therefore, clinical legal education is the most important media for the students to be familiar with the atmosphere of the legal system in Indonesia.


Clinical Legal Education Fakultas Hukum Universitas Pasundan merupakan bagian dari Clinical Legal Education yang telah dilaksanakan di seluruh dunia. Sementara di Indonesia, CLE FH-Unpas merupakan salah satu pioneer bersama-sama dengan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Clinical Legal Education, Pasundan University Law School is a part of Clinical Legal Education practiced worldwide. While in Indonesia, it is a pioneer along with Indonesian Islamic University Law School, Yogyakarta.


Spectrum of activities

PROGRAM STREET LAW

STREET LAW PROGRAM


Sejak tahun 2007, di lingkungan FH UNPAS telah mulai dirintis program CLE, dengan fokus pada kegiatan Street Law, yaitu program pendidikan hukum populer bagi masyarakat yang menggunakan metode partisipatif. Istilah Street Law pertama kali dipopulerkan di Georgetown University Law Faculty, Washington DC, Amerika Serikat, yang maksudnya adalah “hukum jalanan”, yaitu hukum yang berada disekitar masyarakat sehari-hari, yang populer, yang sangat sering dihadapi. Program ini dilaksanakan oleh peserta didik fakultas hukum dibawah supervisi dosen praktisi hukum yang berpengalaman dalam melakukan pendampingan hukum masyarakat. Program ini adalah bagian dari program pelayanan bagi masyarakat (public service) yang bertujuan untuk menumbuh kembangkan budaya penghormatan terhadap hak warga negara dengan cara mempromosikan perlindungan, perlakuan yang non diskriminatif   serta penerapan sistem hukum yang demokratis.


Since 2007,  Pasundan University Law School has started CLE program focusing on Street Law activity that is a popular legal education for community using participatory learning method. The term Street Law was firstly introduced in Law Faculty, Georgetown University, Washington DC, United States.  The  term means the popular law surrounding and faced by people daily.  The program is done by law students under the supervision from practitioner teacher experienced in community advocacy.  The  Street Law program is a part of public service aiming to develop a culture of respecting the rights of people by promoting protection, non-discriminative treatment, and the application of democratic legal system.


Google Translate